yandex

Jadilah Jomblo yang Mempesona

JadiJudi – Jomblo adalah kata untuk seorang yang masih sendiri. Yang tidak mempunyai pasangan.

1 Jadilah Jomblo yang Mempesona
1 Jadilah Jomblo yang Mempesona

Banyak orang yang mengeluhkan status lajangnya. Padahal di tahun 2015 saja, Tempo pernah merilis jumlah jomlo di Indonesia sekira 52 juta jiwa. Itu seperlima jumlah penduduk kan? Lima tahun kemudian, kecil kemugkinan jumlah itu berkurang.

Artinya, ada banyak orang yang senasib, jadi tak perlu risau.

1 Jadilah Jomblo yang Mempesona
1 Jadilah Jomblo yang Mempesona

Antara Candaan dan Pandangan Masyarakat Tenatang Jomblo

 

1 Jadilah Jomblo yang Mempesona
1 Jadilah Jomblo yang Mempesona

 

 

Seorang kawan yang bukan jomlo pernah bilang, “Kasihan yang masih single, di medsos selalu jadi bahan bully. Dikit-dikit jomblo (sesuai ucapan dia) disebut. Hujan malam Minggu, jomblo kena. Hari Valentine, jomblo lagi jadi bahan ….”

Aku yang di salah satu platform merupakan kreator konten humor, cuma bisa minta maaf. Memang sih, jomlo adalah bahan guyon paling renyah. Tapi sejak dia mengungkapkan kekesalan, jumlah artikel berbau jomlo-jomloan milikku yang memang sedikit, jadi makin berkurang jauh.

Aku paham kok, rasanya. Itulah sebab aku tidak pernah menulis tentang jomlo untuk bahan candaan. Paling hanya sapaan, Mblo, yang menurutku agak lucu. Entah menurut orang lain.

Aku paham karena kakak sulungku dulu menikah di usia 35 tahun. Padahal dia perempuan. Nah kabar bagusnya, kakak iparku bukan kaleng-kaleng. Artinya kesabaran kakakku dalam penantian tidak sia-sia.

Daripada menuruti pandangan masyarakat yang lebih suka melihat orang asal nikah daripada yang selektif, lalu jadi bahan gunjingan baru ketika rumah tangga berjalan tak karuan.

Para perundung luring ini jauh lebih keji daripada kreator yang cari recehan dolar di internet. Kalau kami butuh kreativitas dan imajinasi, mereka sangat lugas dan vulgar dengan bertanya, “Kok masih sendiri aja?”

“Kerja terus, kapan kawinnya? “Kebanyakan milih sih, jadi gak laku-laku!”

 

1 Jadilah Jomblo yang Mempesona
1 Jadilah Jomblo yang Mempesona

 

Padahal menikahkan orang yang sendiri adalah kewajiban masyarakat juga. Alih-alih bantu mencarikan jodoh, malah mencela. Tapi kalau mencarikan asal-asalan, ya mending gak usah sih! Jomlo Juga Bisa Bahagia

Memasuki usia 30, kabarnya seorang jomlo sudah tak memikirkan soal nikah lagi. Ada jodoh ayo, gak yowis. Tapi informasi itu kudapat dari artikel bule, bisa jadi itu adalah kultur Barat. Bisa juga sudah diadaptasi jomlo Timur.

1 Jadilah Jomblo yang Mempesona
1 Jadilah Jomblo yang Mempesona

 

Aku sendiri saat baru memasuki usia 20 pernah melihat para senior yang usianya 25 memang terlihat gelisah perihal jodoh. Dan kini, kulihat teman-teman yunior yang masih single di usia 30 memang terkesan lebih santai. Orangtua mereka pun santai. Yang gak santai tetangganya!

Dengan sesekali berlagak budek, aku yakin para jomlo tetap bisa bahagia. Yang penting ikhtiar sudah dilakukan.

Selain itu, menurut hematku, status jomlo akan makin jadi beban jika kita mudah mengeluh. Betul, jadi jomlo berat, tapi menikah juga bukan hal enteng.

Tak satu dua rumah tangga yang gagal. Tidak semua yang menikah lantas bahagia. Menikah itu banyak ujiannya. Pasti ada hikmah kenapa jodoh ditetapkan Allah datang lebih lambat dari orang lain.

Berikutnya, terutama untuk jomlo perempuan, sebaiknya tak terlalu sering swafoto. Dulu aku punya banyak teman laki-laki, menurut mereka, perempuan yang menarik itu justru yang tak terlalu sering tampak. Riang, tapi gak kecentilan. Hal senada diakui suamiku. Seberapa akurat kebenarannya, Allahua’lam.

 

1 Jadilah Jomblo yang Mempesona
1 Jadilah Jomblo yang Mempesona

 

Kamu juga bisa bahagia dengan tidak mengumbar status jomlomu. Awalnya sih lucu, tapi jika status itu dipajang di mana-mana, seolah kamu sedang buka lowongan. Sebagai sesama perempuan, aku merasa gak nyaman. Seperti duduk di sebelah perempuan yang buka aurat. Dia yang terbuka, aku yang malu.

Oke kalau kamu gak setuju dengan yang barusan kusebut. Tapi untuk yang terakhir ini, tolong camkan baik-baik!

Jangan beramah-tamah pada suami orang. Bukan semata-mata takut suamiku diambil orang, percayalah ini penting. Sesalah apa pun laki-laki itu, tetap perempuan yang disalahkan. Harga diri.

Tapi kalau dari awal kamu emang niat jadi pelakor, ya teruskan saja.

Aku setuju kok dengan praktik poligami. Sangat setuju. Satu saja syaratnya ; pelakunya bukan suamiku. bener tidak teman.

1 Jadilah Jomblo yang Mempesona
1 Jadilah Jomblo yang Mempesona

Sekian info dari 99Togel, Selamat membaca dan jadi lah seseorang jomblo yang mempesona. Terima kasih

Artikel Terkait

Back to top button